Sabtu, 29 Desember 2012

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN


PENGARUH WISATA LUMBA-LUMBA TERHADAP EKONOMI PADA MASYARAKAT NELAYAN TELUK KILAUAN KAB. TANGGAMUS
(Tugas Metode Penelitian Sosial)

  

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Ikan merupakan produk utama dari mata pencarian masyarakat nelayan, tetapi pada saat ini terjadi global warming yang melanda bumi akibat dari efek rumah kaca yang menimbulkan semakin sulitnya dalam mencari ikan yang terjadi pada masyarakat nelayan pada umumnya dan masyarakat teluk kilauan pada khususnya. Hal ini membuat perekonomian masyarakat semakin sulit di tambah dengan mahalnya kebutuhan pokok yang terjadi saat ini yang tidak sebanding dengan pendapatan terhadap pencarian ikan yang dihasilkan oleh masyarakat nelayan.
Masalah kemiskinan nelayan merupakan masalah yang bersifat multi dimensi sehingga untuk menyelesaikannya diperlukan sebuah solusi yang menyeluruh, dan bukan solusi secara parsial. Untuk kita, terlebih dahulu harus diketahui akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan nelayan.
Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir dapat disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, inftastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagat salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.
1. Kondisi Alam
Kompleksnya permasalahan kemiskinan masyarakat nelayan terjadi disebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu diliputi ketidakpastian (uncertainty) dalam menjalankan usahanya. Musim paceklik yang selalu datang tiap tahunnya dan lamanya pun tidak dapat dipastikan akan semakin membuat masyarakat nelayan terus berada dalam lingkaran setan kemiskinan (vicious circle) setiap tahunnya.
2. Tingkat pendidikan nelayan
Nelayan yang miskin umumnya belum banyak tersentuh teknologi modern, kualitas sumber daya manusia rendah dan tingkat produktivitas hasil tangkapannya juga sangat rendah. Tingkat pendidikan nelayan berbanding lurus dengan teknologi yang dapat dihasilkan oleh para nelayan, dalam hal ini teknologi di bidang penangkapan dan pengawetan ikan. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain disebabkan oleh bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengawetan ikan yang baik. Selama ini, nelayan hanya menggunakan cara yang tradisional untuk mengawetkan ikan. Hal tersebut salah satunya disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan pengusaaan nelayan terhadap teknologi.
3. Pola kehidupan nelayan sendiri
Streotipe semisal boros dan malas oleh berbagai pihak sering dianggap menjadi penyebab kemiskian nelayan. Padahal kultur nelayan jika dicermati justru memiliki etos kerja yang handal. Bayangkan mereka pergi subuh pulang siang, kemudian menyempatkan waktunya pada waktu senggang untuk memperbaiki jaring. Memang ada sebagian nelayan yang mempunyai kebiasaan dan budaya boros dan hal tersebutmenyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah
4. Pemasaran hasil tangkapan
Tidak semua daerah pesisir memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal tersebut membuat para nelayan terpaksa untuk menjual hasil tangkapan mereka kepada tengkulak dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran.
5. Program pemerintah yang tidak memihak nelayan
Salah satunya adalah dengan adanya kenaikan BBM yang merupakan momok bagi nelayan, melihat tingginya ketergantungan mereka terutama pada jenis solar. Jika sampan bermesin ukuran 5-12 PK membutuhkan rata-rata 10 liter solar sekali melaut, maka setiap sampan akan mengelurakan biaya Rp.21.000 dalam kondisi harga normal atau di pangkalan sebesar Rp.2100. Tetapi pada umumnya nelayan membeli harga solar Rp.25.00-27.000, karena tergantung pada tingkatan agen yang bermain di lapangan. Semakin banyak agennya maka semakin panjanglah rantai pasarnya dan semakin tinggilah harga solar sampai ke tangan nelayan. Harga tersebut ‘terpaksa” dibeli, untuk bisa melanjutkan hidup dengan melaut, meskipun dengan kondisi pas-pasan.
BAB 2
RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebagai profesi nelayan ?
2.      Adakah penghasilan tambahan diluar pekerjaan sebagai nelayan ?
3.      Apa peran pemerintah terhadap kemajuan masyarakat nelayan ?
4.      Bagaimana peran lumba-lumba terhadap kegiantan di sekitar masyarakat teluk kilaun ?
5.      Bagaimana kemajuan-kemajuan perekonomian yang ada pada masyarakat teluk kilaun sebagai nelayan ?
BAB 3
TINJAUAN PUSTAKA
Dari berbagai teori yang menerangkan tentang profesi nelayan tetap menjadi pilihan terakhir masyarakat pesisir. Salah satunya adalah, disebutkan bahwa profesi nelayan tetap menjadi pilihan terakhir dikarenakan tidak adanya peluang kerja di daratan (push factor theory). Selain itu, ada juga teori yang mengatakan bahwa profesi nelayan diminati karena menarik dan relatif menguntungkan (pull factor theory).
Namun teori yang kedua ini tidak sesuai dengan kondisi masyarakat nelayan Indonesia yang tetap miskin. Selain kedua teori tersebut, dipilihnya profesi nelayan dikarenakan bersifat given, dimana profesi nelayan menjadi the way of live yang diturunkan dari generasi ke generasi (Satria, Tempo, 5 Juli 2003). Dengan demikian, banyak hal yang menyebabkan kenapa profesi nelayan menjadi pilihan terakhir. Namun yang pasti, profesi nelayan dari generasi ke generasi hanya mewariskan kemiskinan yang semakin akut karena kompleksnya permasalahan.
KERANGKA BERFIKIR
kompleksnya permasalahan kemiskinan masyarakat nelayan terjadi disebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu diliputi ketidakpastian (uncertainty) dalam menjalankan usahanya. Kondisi inilah yang mengakibatkan nelayan dijauhi oleh institusi-institusi perbankan dan perusahaan asuransi, seperti sulitnya masyarakat nelayan mendapatkan akses pinjaman modal, baik untuk modal kerja maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Di tengah kesusahan itulah, masyarakat nelayan menggantungkan hidupnya pada institusi lain yang mampu menjamin keberlangsungan hidup keluarganya. Jaminan sosial dalam suatu masyarakat merupakan implementasi dari bentuk-bentuk perlindungan, baik yang diselenggarakan oleh negara, maupun institusi-institusi sosial yang ada pada masyarakat terhadap individu dari resiko-resiko tertentu dalam hidupnya (Benda-Beckmann, 2001).
Selama ini, tidak adanya alternatif institusi di wilayah pesisir dalam menjamin keberlangsungan hidup masyarakat nelayan menyebabkan mereka beberapa kali harus jatuh pada pola atau institusi patron-klien yang menurut para peneliti (perspektif etic) sering bersifat asimetris. Dalam hubungan ini, klien kerap dihadapkan pada sejumlah masalah seperti pelunasan kredit yang tidak pernah berakhir yang sebenarnya inilah jebakan patron demi melanggengkan usahanya. Namun berdasarkan pandangan nelayan (perspektifemic), kuatnya pola patron-klien di masyarakat nelayan disebabkan oleh kegiatan perikanan yang penuh resiko dan ketidakpastian sehingga tidak ada pilihan lain bagi mereka selain bergantung pada pemilik modal (patron).
BAB 4
TUJUAN DAN MAFAAT PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah:
1)      Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab laju pertumbuhan perekonomian pada masyarakat nelayan Teluk Kilauan Kab. Tanggamus
2)      Untuk mengetahui bentuk usaha yang mendukung pertumbuhan perekonomian nelayan di Teluk Kilauan Kab. Tanggamus
3)      Untuk mengetahui kendala-kendala permasalahan yang di hadapi saat perekonomian berjalan.
Manfaat Penelitian;
1)      Dapat mengetahui tentang pertumbuhan Ekonomi yang progresif pada masyarakat Teluk Kilauan Kab. Tanggamus.
2)      Agar dapat mengevaluasi kesalahan dan hambatan-hambatan pertumbuhan perekonomian masyarakat nelayan.
3)      Memberikan informasi akan pentingnya perbaikan perekonomian dalam mencari perkerjaan sampingan sebagai nelayan.
BAB 5
METODE PENELITIAN
1.      Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian sosial kemasyarakatan yang menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Bogdan dan Taylor (1992; 21-22) mengatakan penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang yang diamati.
2.      Lokasi penelitian
Lokasi penelitian akan dilakukan di Teluk Kilauan Tepatnya di Desa Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
3.      Data yang akan di ambil berupa data primer dan data sekunder tentang ;
a.       Factor yang menyebabkan pertumbuhan perekonomian baik potensi alam maupun wisata
b.      Pengelolaan sumberdaya yang ada sebagai bentuk pendorong pertumbuhan atau sebaliknya
c.       Hal-hal penunjang lainya sebagai laju perekonomian
4.      Responden
Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di sekitar Teluk Kilaun itu sendiri, antara lain; buruh nelayan, pemberi jasa wisata, pengurus KAUD, pengurus TPI (tempa pelelangan ikan), Petugas Penyuluhan Lapangan Tingkat kecamatan dan petugas Perikanan dan Kelauan.
5.      Teknik Pengumpulan Data
Beberapa metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian adalah ;
a.       Teknik Wawancara yaitu dengan menggukan daftar pertanyaan dan wawancara secara mendalam / in-depth interview dengan masyarakat nelayan Teluk Kilauan sebagai responden utama
b.      Observasi yaitu teknik ini dengan mengamati kehidupan pekerjaan sehari-hari para nelayan dan masyarakat di sekitar Teluk Kilauan secara umum yang menjadi focus penelitian sebagai objek yang menjadi penggerak pemberdayaan laju perekonomian.
Pertanyaan yang akan di ajukan yaitu ;
1.      Berapa pendapatan perhari dengan menangkap ikan ?
2.      Apakah pemenuhan kebutuhan keluarga tercukupi dengan pekerjaan nelayan ?
3.      Bagaimana potensi pekerjaan sampingan sebagai pemberi jasa wisata lumba-lumba?
4.      Seberapa besar pendapatan hasil dari  jasa wisata yang dilakukan?
5.      Apakah dengan adanya wisata lumba-lumba memberiakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan anda ?
6.      Sejak kapan adanya wisata lumba-lumba di daerah Teluk kilauan ?
7.      Bagaimana keadaan perekonomian anda dan masyarakat lainya sebelum ada dan sesudah ada wisata lumba-lumba ?
8.      Bagaimana menurut anda peran pemerintah yang sudah di jalankan terhadap wisata lumba-lumba di teluk kilauan ?

6.      Teknik Pengambilan sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak(random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita.
Sampel yang akan di ambil ialah beberapa masyarakat yang ada di sekitar Teluk Kilauan itu sendiri dan instansi-instansi terkait.
7.      Sumber Data
Data yang akan di ambil yaitu dari hasil wawancara atau interview dan data lapangan dari observasi. Sedangkan data sekunder diambil dari data-data dan  buku-buku baik itu dari intasi dan lembaga penyuluhan masyarakat setempat.
8.      Variable penelitian
Variable Penelitian ini menggunaka Variable Bebas dimana kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi  dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain. Variabel ini juga sering disebut sebagai variabel Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen.
9.      Analisis Data
Setelah pengumpulan data tahap selanjutnya ialah Analisis Data yaitu penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
Tahap ini merupakan tahap akhir sebelum menarik kesimpulan hasil penelitian. Data yang sudah di olah akan memberikan gambaran mengenai hasil penelitian. Pada dasarnya data yang diolah itu terdiri dari data kulitatif dan kuantitatif.
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.
Bab 6
JADWAL PENELITIAN
Penelitian akan dilakukan selama 2 bulan yaitu dilakukan pada bulan agustus sampai September (singkat saja)
BAB 7
PERSONALIA PENELITIAN

  1. Ketua Peneliti
    1. Nama Lengkap            : Arif Sobarudin
    2. Jenis Kelamin              : Laki-Laki
    3. NIP                             : ………..
    4. Disiplin ilmu                : Sosiologi
    5. Pangkat/Golongan      : Mahasiswa
    6. an                                :
    7. Waktu penelitian         : 4 jam/minggu



BAB 8
PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN
ú  Bahan dan Peralatan Penelitian
1.      Kertas                    Rp 30.000
2.      Pena                      RP 2.500
ú  Perjalanan
Biaya perjalan             Rp 250.000
Biaya hidup                 Rp 350.000
ú  Biaya Lain-lain, yang mencakup
Biaya Seminar             Rp 225.000
Biaya Laporan             Rp 175.000
ú  Penelusuran pustaka
Buku-buku                  Rp 100.000
ú  dokumentasi, dan lainnya (sebutkan)
Biaya dokumen           Rp 75.000
Total Biaya                  Rp 120.7500
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Riwaya Penulis (contoh)
Karl Marx adalah seseorang yang lahir dari keluarga progresif Yahudi. Ayahnya bernama Herschel, keturunan para rabi, walaupun begitu ayahnya cenderung menjadi deis, yang kemudian meninggalkan agama Yahudi dan beralih ke agama resmi Prusia, Protestan aliran Lutheran yang relatif liberal untuk menjadi pengacara. Herschel pun mengganti namanya menjadi Heinrich. Saudara Herschel, Samuel — seperti juga leluhurnya— adalah rabi kepala di Trier. Keluarga Marx amat liberal dan rumah Marx sering dikunjungi oleh cendekiawan dan artis masa-masa awal Karl Marx.
BAB 9
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang menguji hipotesis dapat dibagi menjadi dua bagian yakni uraian tentang karakteristik masing – masing variabel. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis
Deskripsi data (distribusi frekuensi, grafik, histogram, nilai merata, simpang baku)
Pengujian hipotesis
Penyajian hasil penelitian memuat uraian tentang data dan temuan penelitian yang diperoleh
Pembahasan berupa penjelasan teoritik, baik secara kuantitatif, kualitatif atau secara statistik
Memuat juga berbagai gagasan peneliti, keterkaitan antara pola-pola, kategori-kategori, dan dimensi-dimensi. Posisi temuan dan perbandingannya dengan teori dan temuan- temuan sebelumnya.
BAB 10
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Pengembangan pariwisata dewasa ini cenderung meningkat kegiatannya bersamaan dengan semakin digiatkannya bidang kepariwisataan. Selain mempunyai keuntungan dalam penggunaan sumberdaya alam secara berkelanjutan, sektor pariwisata dikawasan pesisir dan pantai juga berpotensi untuk meningkatkan kegiatan ekonomi lokal antara lain peningkatan pendapatan nelayan dan peningkatan pendapatan daerah. Teluk kilauan merupakan salah satu tempat pariwisata yang potensial untuk dikembangkan. Adapun pembangunan pariwisata di tanggamus  ini pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan objek dan daya tarik wisata danalam.
B.     Saran
Masyarakat dan pemerintah hendaknya lebih meningkatkan dalam mengelola sumbedaya alam dan wisata tepatnya di daerah wisata teluk kilauan guna memberikan pembangunan perekonomian masyarakat setempat secara berkelanjutan
Bagian Akhir
Daftar Pustaka (contoh)
1.      Mehring, Franz, Karl Marx: The Story of His Life (Routledge, 2003) pg. 75
2.      ^ John Bellamy Foster. "Marx's Theory of Metabolic Rift: Classical Foundations for Environmental Sociology", American Journal of Sociology, Vol. 105, No. 2 (September 1999), pp. 366-405.
3.      David McLellan. 1973. Karl Marx: His Life and Thought. New York: Harper Colophon. Hlm. 34-65
4.      ^ Phil Brown. 2005. Psikologi Maxis. Yogyakarta, Alenia. Hlm. 45
5.      ^ Terrell Carver. 1983. Marx and Engels: The Intellectual Relationship. Bloomington: Indiana University Press. Hlm. 113

Sekilas Tentang Geografi

LETAK ASTRONOMI INDONESIA


Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan
garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utaradan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia dilalui oleh garis equator,yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian samabesarnya. Garis equator atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o.

LETAK GEOGRAFIS INDONESIA


Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan dipermukaan bumi.Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara BenuaAsia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai artipenting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
Letak geografis adalah  letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samudra Hindia dan samudra Pasifik


LETAK GEOLOGI INDONESIA


 Letak Geologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi.Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya.Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania.


Lapisan Eksosfer

Eksosfer terletak di atas lapisan termosfer dan merupakan lapisan paling atas dari atmosfer sampai pada ketinggian yang tidak diketahui.


Lapisan Termosfer

Termosfer terletak di atas mesosfer dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Lapisan paling bawah di termosfer adalah ionosfer di ketinggian 75 – 375 km. Di dalam ionosfer gas-gas mengalami ionisasi. Lapisan termosfer berguna dalam penyebaran gelombang radio.


Lapisan Mesosfer

mesosfer terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50 – 75 km. Batas yang menandai berakhirnya lapisan ini disebut mesopause.




Terimakasih, Semoga Bermanfaat. :-)

Doaku Untuk Dirinya



Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Rabu, 12 Desember 2012

ISTIMEWA


~ ibu,
~ buku yang dulu ibu peluk …
dan belai berdua bersama ayah.
~ buku yang halamannya …
penuh gubahan kalian berdua.
~ kini kau lungsurkan padaku … 
‘sebagai panduan melangkah!
ibu, 
buku itu telah mulai ananda baca,
walau baru pada halaman pertama, 
tertuang petuah awal …
~jadilah ayah yang istimewa seperti papamu,
dan miliki ibu yang istimewa bagi anak2mu!
~ ibu,
masihkah ada waktu bagiku ;)  untuk memilih?
haruskah *ibu yang istimewa itu  :) pilihanmu?
~ ibu, 
do’a mu yang serba istimewa itu,
senantiasa ananda dambakan,
‘tuk hadirkan  :) ‘calon ibu yang istimewa pula… 
~ InshaAllah! … ~ a m i n …

~ini rindu ..?


~adik~ku, ;)  abangmu ingin menyepi disini, 
apa kabarmu disana? baik-baik bukan?
~abang rindu sekali ‘rumah ini … :P … juga padamu,
rindu candamu yang membuat ~abang geli hati
rindu omelanmu yang membuat ~abang kecut sekali
rindu tuturgayamu yang membuat ~abang ceriah 
rindu nasehat2 yang padat yang membuat ~abang kuat
rindu amarahmu yang membuat ~abang terperangah
rindu hentakkanmu yang membuat ~abang tersentak 
rindu teguranmu yang membuat ~abang lebih waspada 
rindu peringatanmu yang membuat ~abang sadar
aneka macam rindu menyatu berbaur dgn rasa sayang yang dalam
Dia Yang Maha Kuasa, membolak-balikkan hati manusia 
sebentar sayang, sebentar berang 
sebentar cinta, sebentar marah 
sebentar rindu, sebentar jemu
kini semua tinggal satu, ;) 
menyatu padu yaitu ~rasa kasih yang utuh :P

Aku – Chairil Anwar



Aku
Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943

Minggu, 02 Desember 2012

Ilmuan Islam (Jabir Ibnu Haiyan)




Bapa Ilmu Kimia
Jabir Ibn Haiyan (750-803 Masihi), yang lebih akrab dipanggil "Si Geber dari Abad Pertengahan" dikenali juga sebagai "Bapa Ilmu Kimia Dunia". Beliau yang nama penuhnya Abu Musa Jabir Ibn Hayyan, telah berhasil menempatkan dirinya sebagai ilmuwan terkemuka, dia mengamalkan bidang perubatan dan alkimia di Kufah (sekarang Iraq) di sekitar tahun 776 Masihi yang silam. Pada peringkat awal kerjaya Abu Musa Jabir Ibn Hayyan, beliau pernah berguru pada Barmaki Vizier iaitu semasa zaman Khalifah Abbasiah pimpinan Harun Ar-Rasyid.

Sumbangan terbesar beliau ialah dalam lapangan ilmu kimia. Beliau cukup terkenal kerana hasil penulisan yang melebihi daripada seratus risalah yang telah diabadikan sehingga kini. Terdapat sebanyak 22 risalah yang antaranya berkaitan dengan alkimia (Al-Kimiya dari bahasa Arab) dan ilmu kimia.
Beliaulah yang memperkenalkan model penelitian dengan cara eksperimen didunia alkimia. Maknanya, beliau yang menjana momentum bagi perkembangan ilmu kimia moden.
Jabir banyak mengabdikan dirinya dengan melakukan eksperimen dan pengembangan kaedah untuk mencapai kemajuan dalam bidang penyelidikan. Beliau mencu-rahkan daya upayanya pada proses pengembangan kaedah asas ilmu kimia dan kajian terhadap pelbagai mekanisme tindak balas kimia. Jadi, beliau mengembangkan ilmu kimia sebagai cabang ilmu alkimia.
Beliau menegaskan bahawa kuantiti yang tepat daripada bahan kimia saling berhubungan dengan wujudnya tindak balas kimia yang akan berlaku. Oleh sebab itu, bolehlah dikatakan bahawa Jabir telah meletakkan dasar ke atas hukum nisbah tetap.
Sumbangan yang paling asas oleh Jabir dalam bidang ilmu kimia termasuk juga dalam bidang penyempurnaan pendekatan saintifik, seperti pada proses penghabluran, penyulingan, kalsinasi (penukaran logam kepada oksidanya dengan cara pembakaran), pejalwap dan penyejatan serta pengembangan terhadap beberapa peralatan untuk menjalankan eksperimen itu.
Pencapaian praktis utama yang disumbangkan oleh beliau ialah penemuan bahan mineral dan asid, yang telah pun dipersiapkan pertama kali dalam penelitian tentang alembik (Anbique). Rekaannya terhadap alembik membuatkan proses penyulingan menjadi lebih mudah dan sistematik.
Antara beberapa kejayaannya yang lain dalam bidang kimia, salah satunya ialah dalam penyediaan asid nitrik, hidroklorik, sitrik, dan tartarik. Penekanan Jabir dalam bidang eksperimen sistematik ini diketahui umum tidak ada duanya didunia.
Oleh sebab itulah, mengapa Jabir diberi kehormatan sebagai "Bapa Ilmu Kimia Moden" oleh rakan sejawatnya diseluruh dunia. Bahkan dalam tulisan Max Mayerhaff, disebutkan bahawa jika ingin mencari susur galur perkembangan ilmu kimia di Eropah maka bolehlah dijejaki secara langsung pada karya-karya Jabir Ibnu Haiyan.
Tegasnya, Jabir merupakan seorang pelopor dalam beberapa bidang pengembangan ilmu kimia gunaan. Sumbangan beliau termasuk juga dalam pembangunan keluli, penyediaan bahan-bahan logam, bahan antikarat, tinta emas, penggunaan bijih mangan dioksida untuk pembuatan kaca, bahan pengering pakaian, dan penyamakan kulit.
Sumbangan beliau juga pada menyediakan pelapisan bahan anti air pada pakaian, serta campuran bahan cat, dan gris. Selain itu, beliau juga mengembangkan teknik peleburan emas dengan menggunakan bahan aqua regia.
Idea eksperimen Jabir itu sekarang telah menjadi dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, terutamanya pada bahan logam, bukan logam, dan penguraian bahan kimia. Beliau telah merumuskan tiga bentuk berbeza daripada bahan kimia berdasarkan unsur-unsurnya:
1. Cecair (spirit), yakni yang mempengaruhi pengewapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan kapur barus (camphor), arsenik, dan ammonium klorida.
2. Logam, seperti emas, perak, timah, tembaga, besi.
3. Bahan campuran, yang boleh ditukar menjadi serbuk.
Pada abad pertengahan, risalah-risalah Jabir dalam bidang ilmu kimia - termasuk kitabnya yang masyhur, Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab'een, telah diterjemahkan ke bahasa Latin. Bahkan terjemahan Kitab Al-Kimya telah diterbitkan oleh orang Inggeris yang bernama Robert Chester pada tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy.
Buku kedua, Kitab Al-Sab'een diterjemahkan juga oleh Gerard dari Cremona. Berthelot pula menterjemahkan beberapa buku beliau, yang antaranya dikenali dalam judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury.

Berikutnya pada tahun 1678, seorang berbangsa Inggeris, iaitu Richard Russel mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan judul Sum of Perfection. Berbeza dengan pengarang sebelumnya, Richardlah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber. Dialah yang memuji Jabir sebagai seorang pendeta Arab dan juga ahli falsafah.
Buku ini kemudiannya menjadi sangat popular di Eropah selama beberapa abad lamanya dan telah member! impak dan pengaruh yang cukup besar kepada evolusi ilmu kimia moden. Istilah alkali, pertama kali ditemukan oleh Jabir.
Sungguhpun begitu, daripada semua karyanya, hanya sedikit sahaja yang telah diterjemahkan. Sebahagian besar karyanya tetap kekal dalam bahasa Arab.